Selamat Menikmati Belanja Secara Mudah, 0821-1589-0023

Enable Follow close

Indonesia  English


Web Statistik

Visitors     64357 Pengunjung

Page Views     Page View

Visitor Online     2  Pengunjung Online

Pembayaran

Pasar Herbals

Kaki Penderita Diabetes

Kaki adalah anggota tubuh yang rawan bagi penderita diabetes.

Bila menderita penyakit Diabetes Mellitus (DM), beberapa komplikasi penyakit lainnya sering terjadi. Salah satunya adalah komplikasi pada kaki, yang disebut dengan kaki diabetik (diabetic foot).

Komplikasi penyakit lain bagi penderita DM ini, menurut dokter spesialis penyakit dalam endokrinologi FKUI, Prof Dr dr Sarwono Waspadji, Sp PD KEMD, semuanya disebabkan karena gula darah penderita yang tinggi. “Gula darah yang tinggi menyebabkan luka sulit sembuh,” ujarnya pada Republika> dalam acara Media Edukasi Jakarta Diabetes Meeting.

Jauh dari jantung
Kaki, merupakan anggota tubuh yang rawan bagi penderita DM. Kaki sering mendapat luka dari luar, sehingga mudah untuk kena kelainan. Penderita DM dengan kadar gula yang tinggi akan mengalami kesulitan menyembuhkan luka. Selain dari faktor luar tersebut, gangguan pada kaki penderita diabetes ini juga terjadi karena kerusakan saraf dan gangguan pembuluh darah. Saraf yang mengalami gangguan pada kaki, menyebabkan penderita tak merasakan sensasi sakit, panas, ataupun dingin.

Para penderita DM ini merasakan kaki dan tangannya kebal dan lemah. Jika kakinya terkena luka sekalipun, sering kali ia tidak sadar. “Nanti sadarnya kalau sudah besar dan parah lukanya, susah menyembuhkannya,” tutur Sarwono.

Gangguan aliran pembuluh darah, juga bisa menyebabkan gangguan kaki diabetik. Aliran darah yang tidak cukup ke kaki itu menyebabkan luka dan infeksi sukar sembuh. Hal ini diperparah jika penderita DM juga mengalami hipertensi, kelainan kolesterol, ataupun merokok.

Mengapa kaki? Bukankah anggota tubuh lain seperti tangan juga rentan pada luka dan infeksi? Penyebabnya, menurut ahli penyakit dalam FKUI/RSCM dr EM Yunir Sp PD karena letak kaki lebih jauh jaraknya dari jantung. Maka, aliran darah ke kaki lebih banyak yang mengalami gangguan dibandingkan  ke tangan.

“Selain itu, kaki juga kerjanya berat, menopang berat seluruh tubuh kita, jadi tekanan di sana lebih besar,” ujarnya. Apalagi jika penderita DM bertubuh gemuk. Beban yang ditekankan pada kaki akan lebih besar. Gangguan kaki para penderita diabetes, menurutnya juga bisa disebabkan oleh kelainan otot. Jika sudah menderita DM dalam jangka waktu yang lama, otot jari-jari kaki akan memendek. Kemudian, akan terjadi tarikan yang tidak normal pada jari kaki, baik itu ke atas ataupun ke arah bawah. “Lama-lama jarinya akan bengkok,” tutur Yunir.

Ujung-ujungnya amputasi
Bila penderita DM telah mengalami gangguan di kaki, sulit untuk disembuhkan. Apabila luka masih kecil, mungkin bisa diobati dan sembuh dengan cepat.

Namun, jika luka sudah parah, sistem pembuluh darah, otot dan lainnya sudah tidak bisa berfungsi dengan normal, dilakukanlah amputasi. Dengan demikian, diharapkan infeksi tak menyebar ke anggota tubuh yang lain. Menurut dr Sarwono Waspadji, pengelolaan luka yang terjadi pada penderita diabetes lebih rumit daripada orang tanpa DM. “Memerlukan kecermatan dan harus hati-hati,” tuturnya.

Kaki diabetik ini, juga ada dua jenis, yaitu yang disebut dengan gangren basah dan kering. Gangren  kering, disebabkan oleh pembuluh darah yang tersumbat. Ujung kakinya akan terlihat menghitam, seperti kayu. Sedangkan gangren basah, kondisi pembuluh darahnya bagus. Namun, pembuluh darah ini sudah terkena infeksi, yang menyebabkan keluarnya nanah.

Berdasarkan kasus kaki diabetik yang pernah dihadapi Sarwono, banyak pasien yang tak bisa bertahan. “Angka kematiannya tinggi,” ujarnya.  Selain itu, apabila ingin berhasil sembuh, perlu perawatan dalam waktu yang lama, serta biaya yang mahal. “Ujung-ujungnya ya amputasi itu,” ujarnya.

Jika lukanya kecil, bisa dilakukan amputasi minor, yaitu amputasi yang dilakukan pada bagian tubuh yang kecil, misalnya jari kaki. Namun, jika infeksi sudah meluas, mau tak mau harus dilakukan amputasi besar, misalnya kaki hingga lutut, yang disebut dengan amputasi mayor.
Waktu penyembuhan setelah amputasi ini, juga lumayan lama. Banyak dari pasien yang mengalami gangguan lagi.Jadi, apabila seseorang sudah diamputasi, bisa jadi nanti di lain waktu ia diamputasi lagi. “Bahkan kemungkinannya lebih besar,” tutur Sarwono. c05

Mencegah Derita di Kaki

Pencegahan adalah hal utama yang harus dilakukan agar para penderita diabetes mellitus (DM) tak mengalami gangguan kaki diabetik. Selain itu, deteksi dini juga diperlukan, agar tidak terlambat penanganan infeksi dan lukanya.

Pencegahan ini dilakukan agar penderita DM terhindar dari tata laksana amputasi. Langkah ini, menurut dr Sarwono Waspadji, lebih hemat daripada perawatan setelah terkena gangguan kaki diabetik.

Identifikasi risiko gangguan kaki diabetik juga perlu dilakukan. Deteksi dini  terhadap berbagai faktor risiko dan melakukan usaha pencegahan dapat menurunkan risiko amputasi antara 40 hingga 85 persen.

“Kakinya diperhatikan, jangan sampai ada luka sekecil apa pun,” ujar Sarwono. Luka kecil dan mungkin karena masalah sepele seperti tertusuk jarum, kerikil, atau mengenakan sepatu yang kesempitan, bisa berujung pada amputasi.

Untuk cara pencegahannya, Staf Divisi Metabolik Endokrin Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI dr EM Yunir, membaginya menjadi pencegahan primer dan sekunder. Pada tahap primer, menurut Yunir, pasien harus banyak mencari tahu informasi. Mereka harus tahu apa saja yang harus dilakukan dan apa saja yang tidak boleh dilakukan.

Pemeriksaan seksama
Pemeriksaan kaki rutin dan identifikasi faktor risiko perlu dilakukan. Selain itu, perlu pengobatan sebelum luka.Sebaiknya penderita diabetes memakai sepatu khusus penderita kaki diabetik. Para penderita DM harus rajin dan rutin memeriksa kakinya untuk melihat ada-tidaknya perubahan atau gangguan. “Kalau ada luka, jangan tunggu lagi, segera ke dokter,” ujarnya. Selain itu, jangan berikan beban yang berlebihan pada kaki.

Pemeriksaan rutin bisa dilakukan sendiri ataupun dengan bantuan tenaga medis. Pemeriksaan dilakukan dengan melihat secara teliti, ada luka, mata ikan, ataupun kelainan yang lain.Selain itu, kulit kering dan bersisik juga perlu diperhatikan, karena hal ini bisa menyebabkan kulit mudah terkena luka. Periksa juga sela-sela jari kaki. Adakah luka ataupun gangguan disana. Setelah itu, periksa juga kukunya. Perhatikan juga cara memotong kuku, jangan sampai menyebabkan luka.

Jika ke klinik, dokter akan memeriksa saraf  menggunakan garpu tala dan alat sensor saraf lainnya. Selain itu, juga akan diperiksa kelancaran aliran darah dan pembuluh darah di kaki, dengan menggunakan alat-alat medis. Terakhir, dokter akan memeriksa pembuluh darah di lengan.

Kelainan yang perlu diperhatikan adalah kelainan pada kulit dan pertumbuhan rambut, serta permukaan telapak kaki. Perhatikan juga pada kuku, warna, dan jaringan nekrosis. Perhatikan juga ada-tidaknya pembengkakan, deformitas, dan mobilisasi gerak sendi.

Jika tahap primer dilakukan dan ditemukan luka, perlu dilakukan tata laksana yang ada dalam tahap sekunder.  Dalam tahap ini, yang bisa melakukan adalah dokter atau yang ahli dalam penyembuhan luka.

Dalam penyembuhan luka tersebut, jangan sampai ada peradangan, granulasi, atau penutupan yang tidak normal. “Infeksi harus dikerjakan dengan cermat,” ujar Yunir. Jaringan-jaringan tubuh yang sudah mati, harus segera dibersihkan agar tak menyebar pada anggota tubuh yang lain.
c05 ed: nina ch

Cegah Yuk Cegah
Untuk para penderita diabetes, agar terhindar dari gangguan kaki diabetik ini,  ahli penyakit dalam dari FKUI, dr EM Yunir, memberikan cara-cara  yang sebaiknya dilakukan dan tidak boleh dilakukan.

Lakukan
-          Pemeriksaan kaki setiap saat
-          Selalu memakai alas kaki
-          Periksa sepatu sebelum dipakai
-          Gunakan alas kaki yang pas
-          Belilah sepatu pada sore hari
-          Gunakan selalu kaus kaki katun
-          Cuci kaki dengan sabun yang lembut, kemudian dikeringkan
-          Gunting kuku secara mendatar dan hati-hati
-          Kontrol kaki secara teratur ke petugas kesehatan
-          Gunakan lotion pelembab kulit secara teratur agar kulit tidak kering.

Jangan lakukan
- Berjalan tanpa alas kaki
-  Memakai sepatu yang sempit
-  Memakai kaus kaki yang sempit dengan lipatan pada ujung kaki
-  Membiarkan kulit menjadi kering dan bersisik
-  Penggunaan bahan kimia atau benda tajam untuk menghilangkan mata ikan. N
-  Merokok
-  Penggunaan cincin pada jari kaki
-  Mengunakan sepatu dengan tumit tinggi atau ujung sepatu yang runcing ke depan.

 

sumber : http://diajoss.com/kaki-penderita-diabetes/

Hiu Pros  Sari Kutuk  Cakar Ayam  Pegagan  Hiu Asi  Kapsul Daun Ungu  Hiu Arum  Herba Tempuyung  Purwoceng  Spirulina  Keladitikus  Pasak Bumi  Gamat  Daun Salam  Daun Sirsak  Kulit Manggis  Rumput Mutiara  Cabe Jawa  Kumis Kucing  Mengkudu  Sambung Nyowo  Hiu Si Langsing  Herba Histaminic  Hiu Hepafit  Herbislim  Prosamura  Neuro Herba  Sarmut Semut ( Sarang Semut )  Diacarehiu  Koleshiu  Hiuneotensi  Hiucardiocare  Hiubantugin  Kapsul Spirulina  Syifa Kids Penawar Angin  Syifa Kids Propolis  Madu Honeymart Nektar Bunga Rambutan 900 gram  Madu Honeymart Nektar Bunga Rambutan 300 Gr  Madu Honeymart Nektar Bunga Kelengkeng 900 gram   Madu Honeymart Nektar Bunga Kelengkeng 450 gram  Madu Honeymart Nektar Bunga Klengkeng 300 gram  Madu Honeymart Nektar Bunga Mangga ( Netto 900 gram )  Madu Honeymart Nektar Multiflora ( Netto 900 gram )  Madu Honeymart Nektar Multiflora 450 gram  Madu Honeymart Nektar Multiflora 300 gram  Madu Honeymart Nektar Bunga Randu ( Netto 900 gram )  Honeymart Nektar Bunga Randu 450 gram  Honeymart Nektar Bunga Randu 300 gram  Madu Honeymart ( Nektar Bunga Kopi 450 gram)  Madu Honeymart ( Nektar Bunga Mangga 450 gram)  Madu Honeymart ( Nektar Bunga Kopi Netto 900 gram )  Madu Honeymart ( Nektar Bunga Rambutan 450 gram)  Kapsul Minyak Zaitun 100 Kapsul  Diabetes  Kutuk  Kolesterol  Gamat  Daun Sirsak Ekstrak  Cardiofit  Madu Murni 800gr  Madu Murni 400gr  Syifa Kids Diare  Syifa Kids Sembelit  Syifa Kids Alergi & Gatal  Syifa kids Mata Sehat  Madu Herbal Anak Syifa Kids  FITOGURA  SAMURATIK  
Copyright © 2017 . Sujarwo Herbals All rights reserved | Powered by Sketsa Website